Batu ini hadiah Presidaen SBY ke Barack Obama
Batu Bacan yang Digemari Barack Obama
BAGI pecinta
batu mulia,
pasti tahu batu Bacan tengah jadi primadona. Batu alam yang dihasilkan
dari beberapa desa di Pulau Kasiruta, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera
Selatan, Maluku Utara, konon di kalangan pecintanya dianggap bernyawa.
Harganya pun bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Batu Bacan
terdiri dari beberapa jenis, seperti batu Bacan Obi, Pancawarna, dan
lain-lain. Namun, yang menjadi favorit pencinta batu adalah jenis Bacan
Doko dan Palamea. Keduanya mempunyai karakteristik tersendiri.
Batu
bacan merupakan ‘batu hidup’ karena kemampuannya berproses menjadi lebih
indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam
bentuk
cincin,
kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu
yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening)
dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.
Sebagai contoh, batu
bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak
cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah
lagi dalam proses ‘pembersihan’ sehingga menjadi hijau bening seperti
air. Untuk mempercepat proses tersebut biasanya pemilik batu bacan akan
terus-menerus memakainya hingga berubah warnanya.
Tidak hanya
mampu ‘hidup’ berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa
jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti
sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat
berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam
batunya muncul bintik-bintik emas.
Kemampuan batu bacan yang
berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang
membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa
tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki
tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi
batu giok.
Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta
batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia
sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang
harganya sangat mahal serta kurang logis bagi orang awam.”Kalau yang
kehijauan itu Bacan Doko. Kalau Palamea warnanya agak kebiruan. Jika
disenter dia tembus batunya. Makin bening, makin mahal harganya. Itu
kualitasnya sudah super,” kata seorang pecinta batu sambil
memperlihatkan beberapa koleksi cincin batu Bacan miliknya yang
dibandrol dari harga Rp 3-10 juta.
Batu bacan sebagai ikonnya
Halmahera Maluku Utara, harganya mulai dari Rp 500 ribu sampai miliaran
rupiah. “Tapi.tergantung jenis daging batunya,” kata Kepala Dinas
Pariwisata Halmahera Selatan, Maluku Utara, Fatma ketika ditemui di Kie
Raha International Festival yang digelar di Senayan City, Jakarta Pusat,
Kamis (9/10/2014) sebagaimana dikutip dari PRLM.com.
Batu bacan
ini bukan hanya digemari masyarakat Halmahera Selatan, tapi konon
Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono pun suka dengan batu bacan ini. “Mungkin karena batu bacan
disukai Presiden Amerika, sehingga harganya mahal. Untuk itu, Pemda
sekarang sedang memproses perdanya agar masyarakat tidak menambang
sembarangan. Jadi kalau perdanya sudah selesai dibuat, masyarakat tetap
boleh nambang asal harus ada izin pemda,” jelas Fatma.
Diakuinya,
Batu bacan belum diekspor, tapi kebanyakan orang luar seperti Taiwan,
Korea dan turis asing lainnya yang datang ke Halmahera hanya memburu
batu bacan dan pariwisatanya spot diving.
batu bacan presiden
Cek Harga/ Beli