Rabu, 22 Juli 2015

Batu Bacan di gemari Barack Obama

Batu ini hadiah Presidaen SBY ke Barack Obama
Batu Bacan yang Digemari Barack Obama
BAGI pecinta batu mulia, pasti tahu batu Bacan tengah jadi primadona. Batu alam yang dihasilkan dari beberapa desa di Pulau Kasiruta, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, konon di kalangan pecintanya dianggap bernyawa. Harganya pun bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Batu Bacan terdiri dari beberapa jenis, seperti batu Bacan Obi, Pancawarna, dan lain-lain. Namun, yang menjadi favorit pencinta batu adalah jenis Bacan Doko dan Palamea. Keduanya mempunyai karakteristik tersendiri.
Batu bacan merupakan ‘batu hidup’ karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.
Sebagai contoh, batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses ‘pembersihan’ sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga berubah warnanya.
Tidak hanya mampu ‘hidup’ berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik emas.
Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok. Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang logis bagi orang awam.”Kalau yang kehijauan itu Bacan Doko. Kalau Palamea warnanya agak kebiruan. Jika disenter dia tembus batunya. Makin bening, makin mahal harganya. Itu kualitasnya sudah super,” kata seorang pecinta batu sambil memperlihatkan beberapa koleksi cincin batu Bacan miliknya yang dibandrol dari harga Rp 3-10 juta.
Batu bacan sebagai ikonnya Halmahera Maluku Utara, harganya mulai dari Rp 500 ribu sampai miliaran rupiah. “Tapi.tergantung jenis daging batunya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Selatan, Maluku Utara, Fatma ketika ditemui di Kie Raha International Festival yang digelar di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014) sebagaimana dikutip dari PRLM.com.
Batu bacan ini bukan hanya digemari masyarakat Halmahera Selatan, tapi konon Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun suka dengan batu bacan ini. “Mungkin karena batu bacan disukai Presiden Amerika, sehingga harganya mahal. Untuk itu, Pemda sekarang sedang memproses perdanya agar masyarakat tidak menambang sembarangan. Jadi kalau perdanya sudah selesai dibuat, masyarakat tetap boleh nambang asal harus ada izin pemda,” jelas Fatma.
Diakuinya, Batu bacan belum diekspor, tapi kebanyakan orang luar seperti Taiwan, Korea dan turis asing lainnya yang datang ke Halmahera hanya memburu batu bacan dan pariwisatanya spot diving.
batu bacan presiden
Cek Harga/ Beli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar